Piknik Urban : Minggu Melulu

Baru kubaca lagi pesanmu. Silakan asal kami tidak diinvasi Homo Jakartensis :). Cirebon banyak sekali kulinernya dan objek wisata budayanya. Silakan mampir disini bagi siapa saja, tak terkecuali Homo Jakartensis. Berbagi senang, cerita atau uang disini juga boleh 🙂

Iya saya pernah dengar itu, saat membelanjakan uang, otak kita mengeluarkan dopamin. Akhirnya itu yang membuat perasaan senang. Tapi berbahaya juga bila dilatih seperti itu otak. Mungkin ada efek kecanduan kah? Akhirnya kita terlalu konsumtif, untuk sekedar senang. Tapi ‘membuang uang’ itu juga baik, asal tempatnya beragam. Misal, buang uang tanpa berpikirlah bila ada orang kesusahan, ada penjaja pinggiran, atau sekedar berbagi pada sesama.

Taman ya, di Bandung memang ada banyak. Bahkan ada “Taman Lansia” tapi yang banyak kesana, anak muda, aneh! Ada juga “Taman Jomblo”, tapi yang kesana berdua-duaan, aneh! Ada lagi “Pet Park”, tapi yang kesana orang, iya sama hewannya. Ya, seperti ceritamu. Saat ada yang membuang uang, ada yang mencari. Tapi sayangnya itu cuma ‘buangan’. Mungkin ada kalanya bukan dibuang, tapi dibagi. Saya jadi ingat tulisan saya sendiri. Ada saham orang lain atas kebahagiaan yang kita terima, bahwa pusat dunia bukan diri kita saja.

Tak ada foto untuk hari Minggu Cirebon ini. Seharian kuhabiskan di rumah dan bertemu teman-teman. Sekedar menyambung silaturahim dan bercengkerama dengan keluarga. Karena setelah menjadi manusia kota, saya semakin lupa dengan teman atau keluarga. Kita hanya ingat pada saat butuh saja. Sambil berpikir, hiburan apa ya menjadi orang kota. Ternyata banyak hey, selain berbelanja.

Sudut-sudut kota adalah cerita yang tertutup rutinitas. Kita hanya melihat satu sisi, pada jalan yang rutin kita lewati, pada waktu yang kita selingi, pada lamunan warga yang kita sisakan. Padahal ada banyak cerita disana, ada yang bahagia, ada yang iba, ada yang jenaka. Lihatlah, berhenti sejenak, keluar dari rutinitas. Pasti ada hal baru yang belum kita kenali. Tapi mungkin kita segan membuka pembicaraan dengan kota, karena dia telah tidak ramah? Atau kita yang tak berani mencoba?

Maka saya putuskan minggu depan akan berjalan kaki keliling kota. Tapi Jakartamu bisakah dikelilingi dengan berjalan kaki?

“Selamat berbahagia, kami sudah sedari dulu” – Pidibaiq

Cirebon, 25 Oktober 2015

Advertisements
Piknik Urban : Minggu Melulu

2 thoughts on “Piknik Urban : Minggu Melulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s