Incubus, Good Ol’ Days

*tulisan pemanasan pertama setelah lama vakum mengisi kepala
Ini adalah tulisan atas telinga yang mendengar perubahan warna musik Incubus. Kaliber saya bukanlah kritikus musik, hanya sekedar penikmat musik bajakan saja. Ini sekedar apresiasi saya terhadap Incubus. Sebuah Band masa lampau yang coraknya mewarnai belantika perbendaharaan musik saya lebih luas, karena karakternya yang unik.

Incubus menggabungkan musik Funk & Jazz dengan Rock serta efek turntable DJ. Sebagai pemuja pemain bass, saya juga sangat menyukai imajinasi nada dan line bass lagu-lagu Incubus. Incubus berasal dari Amerika (dulu saya pikir dari Inggris -_-) terdiri dari 5 orang sudah berganti personel 2 kali, Bass dan DJ. Incubus sudah melahirkan 7 album dan 1 kompilasi album. Tujuh album tersebut memiliki nuansa musik berbeda dari transisi album ke album Saya ingin memulainya secara kronologis saja per album, tiap album memiliki nuansa dan kematangan tersendiri.

Fungus Amongus [1995]


Ini merupakan album perdana dari Incubus dengan eksperimen musiknya yang cukup unik. Pembuka dari album ini, “You Will Be A Hot Dancer”, kental dengan nuansa Funk di awal-awal. Namun di tengah-tengah berubah seperti Limp Bizkit atau Linkin Park, keras dan teriak tak jelas, ada DJ juga. Nomor berikutnya adalah tembang yang sangat fahim, “Shaft”. Lagu ini lebih terasa kerasnya, tapi tetap terasa gitar ala Funk. Lagu-lagu lainnya tidak terlalu banyak diferensiasi, Funk dengan Hard Rock yang juga terasa solo gitar menarik. Ketukan drum yang cepat progresif berganti dari funk ke rock. Lagu yang cukup menarik ada di “Psychopsilocybin”, kocokan gitar dan betotan bassnya terasa jazzy dan tiba-tiba berubah ke solo gitar rock serta ketukan drum keras. Berbeda dengan band Funk Rock lain seperti RHCP, warna musik Incubus ketukannya lebih halus bagi saya serta nuansa DJ yang tidak ada di RHCP. Album ini secara umum terasa sekali eksperimen awal Incubus yang belum matang. Album pembuka Incubus yang cukup unik dan tonggak ciri khas mereka.

S.C.I.E.N.C.E [1997]


Dua tahun setelah debut albumnya, Incubus kembali dengan warna musik yang lebih matang. Funk & Jazz berfusi ria dengan rock serta gesekan DJ. Album ini terasa lebih ‘keras’ dan ini sangat bergelora. Tiga lagu awal, terasa seperti gesekan DJ dan scream rasa Linkin Park. Namun dekapan riff gitar dan bassnya terasa Funk, belum terasa Jazzy. Vocal bersih juga tersaji harmoni dengan progresi musiknya. “Idiot Box” merupakan nomor lagu yang terasa Jazzy, tapi tetap ada bagian kerasnya. “Glass” menurut saya nuansanya unik, dengan rasa Funk ala 80an akhir, tapi gitarnya distort keras. Ciri khas lainnya album ini adalah percakapan di awal beberapa lagu, kecuali “Magic Medicine” ini lagu isinya semacam monolog saja. “A Certain Shade of Green” adalah lagu yang tak boleh Anda lewatkan begitu saja, ini monumental di album ini bagi saya. Keras, cepat, vokal bersih, garang cabikan bass dan raungan gitarnya. Progresi di tengah lagu juga sangat mengagetkan :). Ini lagu yang sulit untuk dimainkan live. Biarkan “Favorite Things” mengalir kalau Anda lelah, masuk ke “Summer Romance”, lagu ini cocok untuk bergoyang ringan. Kocokan gitar dan ketukan drumnya lembut dan jazzy, tenang. “Nebula” ini seperti musik di album awal mereka, teriak tak jelas, tapi lebih aneh progresinya serasa sci-fi seperti judul albumnya. Berlanjut tenang di “Deep Inside”, ini mah Jazz pisan lah, eh gak sih kadang-kadang. Album ditutup oleh “Calgone”, rada techno metal gak jelas. Ini album Incubus yang bagi saya matang dalam eksperimennya, tidak berantakan dalam penggabungan jenis musiknya. Rancak bana !

Make Yourself [1999]


Kembali lagi setelah dua tahun, album ini mengubah corak musik mereka dari album kedua. Ohya DJnya juga ganti, nanti akan terasa pengaruh DJ disini lebih kuat. Album ini pula tonggak awal mereka terkenal lebih luas di International, oleh lagu “Drive” dan double platinum di USA. Ada beberapa perubahan rasa di album ini dari corak musik mereka, mungkin sudah tidak terlalu eksperimental. Rasa-rasanya sudah ke alternative rock atau melodic, funk dan jazz tidak terlalu kental. Gitar lebih meraung, bass yang tidak terlalu mencabik. Dimulai “Privilege”, terasa sekali alternative rock plus DJ. “Nowhere Fast” ini bassnya serasa ikut riff jazz yang slow, tapi ketukan drum dan gitarnya keras. Ini keren bagi saya :). “Consequence” langsung memberi perubahan suasana drastis dari lagu sebelumnya. “The Warmth” ini selow-selow gak jelas, karena nuance electro aneh. Reverb delay gitar yang menarik tetapi :). Lagu berikutnya saya pikir LP, ternyata “When It Comes” ini terasa gesekan DJnya sekali. “Stellar” ini lagu populer pada zamannya, ini catchy dan mudah dicerna. “Make Yourself”, ini tegas alternative sesuai dengan album ini. Ah akhirnya “Drive”, ini semacam istirahat dari lelahnya raungan awal-awal album ini. Lembut dan harmonis sekali gitarnya. Lagu ini tak boleh Anda lewatkan dan Anda harus tahu. Instrumen awal di “Clean” menantang kita menerka sekeras apa progresi berikutnya, ah ternyata datar kerasnya tidak melonjak jauh. Gagal dramatis bagi saya :(. “Battlestar Scralatchtica” ini instrumental yang kembali jazzy lagi bassnya, tapi gesekan DJ memberi suasana yang menarik. Awas jangan tertipu “I Miss You” milik Blink 182, milik Incubus ini lagu mellow yang lebih techno, berbeda sekali dari dua lagu sebelumnya di album ini. “Pardon Me” ini tipikal Incubus sekali di album ini seperti “Stellar”. Potongan cepat pendek vokal dan bass di verse, lalu raungan gitar di chorus, menarik untuk didengarkan pertama kali. Lagu penutup “Out From Under” ini rasanya kok RATM ya awalnya. Gitarnya langsung distorsi, lalu vokal cepat. Menurut saya, album ini semacam penegasan eksperimental Incubus mengarah ke alternative rock+DJ, dengan nuansa Funk serta Jazz yang mulai luntur. Album ini sangat terasa perubahan musiknya, diantara lagu di dalamnya. Tetapi tetap akar bassnya adalah funk jazz, ini nyawa musik Incubus.

Morning View [2001]


Saya tidak terlalu suka album ini, warna musik Incubus menjadi lebih mellow. Entah kenapa, semangat album sebelumnya tidak terasa. Dibuka oleh “Nice To Know You” cukup menjanjikan, riff bassnya menarik, lalu meraung lagi gitar, chorus naik tinggi, tipikal. Namun bagian akhir lagu ini menarik sekali. “Circles” ini tipikal sekali. Terus belum apa-apa selow kembali di “Wish You Were Here”, cukup aneh melihat album-album sebelumnya cenderung keras di awal. Tetapi lagu ini sangat catchy dan populer, karena chorus dan fill bassnya khas sekali. “Just A Phase”, “11am” juga ini woles pisan, entah kenapa serasa bukan Incubus yang dahulu. “Blood On The Ground” juga tidak terlalu progresif, biasa saja. Lalu “Mexico” ini ngikutin rasanya “Drive” di album sebelumnya, woles gitu akustikan. “Warning” dan “Echo” ini selow-selow catchy juga. Wah tiba-tiba “Have You Ever” ini keras di awal, mengagetkan untuk album ini. Cukup melepas dahaga semangat yang rada mellow. Lalu selow lagi di “Are You In?” ? Oh tidak, ternyata ini nuansanya gembira lebih groovy. Keren juga komposisinya, nomor lagu yang menarik bagi saya di album ini. Kembali keras lagi di “Under My Umbrella”, hentakan yang konstan rada cepat. Penutupnya “Aqueous Transmission” ini rasa China pisan, sangat aneh..haha. Mungkin Incubus ingin lebih kreatif dari album sebelumnya agar tidak membosankan dengan nuansa seperti itu-itu saja, tapi ternyata kurang tebal musiknya bagi saya. Sangat nanggung album Incubus yang ini bagi saya, dengan mellownya.

A Crow Left of The Murder [2004]


Album ini merupakan awal baru bagi Incubus, setelah ditinggalkan salah satu pendirinya yang berposisi Bass. Warna musik di album ini turut juga berubah, menegaskan Incubus tiap albumnya memiliki materi musik yang berbeda-beda. Album ini dibuka oleh “Megalomaniac” dengan harmonik gitar lalu ketukan bersemangat, kembali progresi ke santai bertahap membentuk chorus keras. Awalan yang menghentak bagi Incubus. Selanjutnya “A Crow Left of the Murder” dengan ketukan yang lebih semangat, serta chorus tinggi. Lagu ini kental dengan riff bass, dipadu petikan gitar ritmik. Lagu ini katanya ada maksud tersembunyi Incubus, yang dalam arti kiasannya ‘bukan termasuk golongan’. Karena Incubus dikira Nu Metal, padahal genre mereka berbeda katanya. Berlanjut “Agoraphobia” dengan awalan lebih santai dan memang santai terus hingga chorus, harmonis lah. “Talk Show On Mute” ini semacam ballad mellow yang kental liris bassnya. Lari ke “Beware Criminal” ini lagu yang gradual tingkat kekerasannya, fill gitarnya sederhana namun ketukan drumnya menjadi warna lagu keseluruhan. “Sick Sad Little World” ini lagu yang paling lama di album ini, tebal sekali riff bassnya, diselingi progresi santai. Lagu yang menarik di album ini, karena banyak fill dan effect unik. “Pistola” ini tipikal, “Southern Girl” kembali selow buat kita nyantai. Dihentak drum di “Priceless” dan teriakan sebentar, lagu ini cukup aneh dengan iramanya di bridge. “Zee Deveel” juga tipikal di album ini, hanya eksplorasi vokalnya cukup unik. “Made For TV Movie” ini ballad di riff gitarnya, cocoklah nyantai dikit. Lalu “Smile Lines” ini punya awal yang menjanjikan, dengan konstan drum serta riff gitar, semangat juga. Hanya rada aneh dengan tiba-tiba ‘mute’ di tengah, sebelum solo gitar, dan ditipu dua kali ‘mute’. “Here In My Room” ini ballad dengan iringan piano dan ketukan drum santai, saya pikir ini lagu penutup, tahunya bukan. Saya pikir itu cocok untuk jadi lagu penutup, penutupnya ternyata “Leech”. Lagu yang tebal kembali bassnya, dengan lirik yang menarik sebagai penutup, ‘The ride’s over, did you enjoy yourself?’. Album ini bagi saya menjelaskan Incubus adalah alternative rock, bukan nu metal. Incubus tetap kental dengan bass, fill gitar distort serta efek-efek turntable. Album yang simpel menarik, karena eksperimen musiknya tidak aneh-aneh lagi.

Light Grenades [2006]


Album inilah pertama kali saya mengenal Incubus, waktu itu saya masih SMA. Album yang ada intronya, “Quicksand”, bagi saya jarang kali Incubus memasang fill intro track di albumnya. Album ini secara konsep lebih menyatu dibanding album Incubus lain, transisi antar lagunya tampak seamless, lalu ada beberapa fill track yang semacam mengisi suasana perpindahan. Berpindah ke “A Kiss To Send Us Off” ini menyajikan performa ritmis gitar dan drum yang harmonis. Vokalnya pun secara bergantian mengisi kekosongan ketukan di chorus. Habis lagu itu dimulai dengan petikan gitar menarik di “Dig”, ini lagu santai yang gradual. Nah selanjutnya lagu andalan bagi saya, “Anna Molly”, lagu ini semacam permainan pelafalan antara ‘anna molly’ atau ‘anomaly’. Lagu yang tebal riff bassnya, serta perubahan progresi yang tepat momen naik turunnya. Lagu ini salah satu lagu terbaik di album ini. Kembali lagi selow di “Love Hurts”, ini sebuah ballad yang menarik. Lanjut ke “Light Grenades” ini lagu yang pace-nya menarik di gitar dan drum. Lagu “Earth To Bella (Part I)” semacam fill istirahat di album, dengan akustik gitar dan akordion, sedikit ketukan drum di akhir. Masuk ke “Oil and Water” dengan intro yang menarik secara gradual, lalu masuk fill bass serta ketukan drum seperti ‘jungle’. “Diamonds And Coal” ini perpaduan bass, drum dan vokal yang menarik, lagunya lebih lembut. Selanjutnya “Rogues” ini menipu awalnya dikira selow, tahunya tidak. Iramanya menarik di lagu ini, ditambah fill gitarnya juga, silakan nikmati :). Kembali lagi selow di “Paper Shoes”, dengan chorus yang menarik di pitch vokal serta drum & gitarnya. Lagu ini juga terasa keprokan tangan yang mengisi di lagu, cukup menarik kalau didengarkan detail dengan headphone. “Pendulous Threads” ini penuh efek di awal, terus berhenti diisi gitar, vokal dan keprokan tangan sahaja. Chorus yang terisi bass tebal, serta masih ada keprokan tangan. Lagu menarik, secara umum sampai trek ini materi lagu di album ini menarik-menarik. “Earth To Bella (Part II)” kembali fill ballad, lanjutan dari ‘part I’, semacam tanda istirahat. Masuk “Punchdrunk” adalah lagu santai dengan beberap fill solo gitar. Kembali tertipu saya pikir lagu penutup, tahunya “Look Alive” penutupnya. Lagu yang penuh riff bass di awal yang enerjik, riff bassnya menarik saat looping. Hanya endingya saja yang kurang pas, serasa menggantung saat tinggi sebelumnya. Saya pertama mengenal Incubus di album ini sebagai alternative rock, yang ternyata evolusi musiknya sudah berubah dari awal. Album ini mengeksplorasi jenis musik seperti album sebelumnya, tapi warnanya lebih soft di album ini, selain lebih terkonsep utuh. Setelah ini Incubus vakum cukup lama, hanya mengeluarkan album kompilasi dengan beberapa materi lagu baru. Personnel Incubus sibuk dengan urusan pribadi dan keluarga, ada yang kuliah dan menjadi ayah.

If Not Now, When? [2011]


Ini album comeback Incubus dari vakum yang cukup lama. Saya pribadi tidak mau komentar banyak di album ini, karena warna album ini sangat beda sekali dengan dua album pendahulunya. Rasa-rasa Incubus tidak sekeras sebelumnya, seperti mulai dari selow dahulu sama seperti di “Morning View”. Lagu pembuka “If Not Now, When?” ini cukup bagus sebagai intro. Sayang ke “Promises, Promises” rasanya sudah tidak sama lagi, seperti beda band. “Friends and Lovers”, “Thieves”, “Isadore”, “The Original”, “Defiance”, “In The Company of Wolves” ini selow-selow semua. Sangat aneh dengan Incubus yang dulu saya kenal. Tidak ada lagi pace cepat bass dan drum disertai fill gitar warna musik album sebelumnya. “Switch Blade” semacam anomali di album ini, karena kembali bass yang tebal dan ketukan yang lebih cepat. Lalu selow lagi di “Adolescents” dan ditutup “Tomorrow’s Food” selow. Saya pikir Incubus semakin dewasa, ingin mencoba warna musik yang berbeda lagi. Mungkin mengikuti umur pendengarnya. Semenjak 1995, tentu secara umur penggemar awal-awalnya sudah 40an tahun harusnya. Jadi musiknya sedikit menyesuaikan dengan kondisi zaman. Hanya Incubus tetap menjaga ciri khas, bass tebal di lagunya.

Incubus dalam tiap albumnya selalu memiliki warna tersendiri yang berbeda-beda. Berawal dari fusi Funk Jazz dengan Rock, Incubus berevolusi lebih ke alternative rock. Tetapi ciri khas Incubus adalah riff bass yang tebal di setiap lagu, gesekan turntable DJ, fill gitar yang harmonik. Saya sangat menegaskan dan menganjurkan anak-anak muda untuk mencicipi Incubus ini. Minimal dari album kompilasi terbaiknya, “Monuments & Melodies“. Saya sangat menganjurkan mendengarkan full album, karena nuansanya beda. Saat sebuah band membuat album, mereka membuat konsep. Konsep itu jarang bisa ditangkap bila hanya mendengarkan sebuah lagu saja dari album itu. Pilihlah album yang menurut Anda paling cocok, berdasarkan ulasan saya :p. Komentar juga boleh

Apa album favoritmu ? 🙂

Advertisements
Incubus, Good Ol’ Days