Kelas Inspirasi Cirebon 2015 : Awal Mula

Tulisan ini merupakan cerita singkat penyelenggaraan Kelas Inspirasi Cirebon pertama, barangkali ada yang ingin menyelenggarakan serupa untuk pertama kali. Lalu sebagai cara saya mengapresisasi teman-teman relawan panitia seperjuangan 🙂

LogoKelasInspirasiCirebon

Wow pada hari sekitar kemerdekaan ke-70 bangsa Indonesia, daerah wilayah di ujung Jawa Barat ini, tepatnya di Cirebon terselenggara sebuah acara sosial yang sudah pernah dilakukan di beberapa kota lainnya, “Kelas Inspirasi” namanya. Kelas Inspirasi adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk menginspirasi murid Sekolah Dasar (SD) dengan cara mengundang profesional untuk berbagi cerita tentang profesi. Berbekal kepercayaan kehadiran para profesional membuat anak-anak termotivasi untuk bercita-cita lebih tinggi dan memberikan mereka satu alasan lagi untuk tetap bersekolah. Sudah terlaksana di beberapa kota, seperti Kelas Inspirasi Jakarta, Kelas Inspirasi Bandung, maupun Kelas Inspirasi Cilegon. Kelas Inspirasi Cirebon 2015 ini merupakan acara Kelas Inspirasi (KI) pertama kali di Cirebon.

Kelas Inspirasi Cirebon dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2015, tersebar di 10 Sekolah Dasar tersebar di Kota dan Kabupaten Cirebon, dengan 4 SD di Kota Cirebon dan 6 SD di Kabupaten Cirebon. Sekolah Dasar tersebut dipilih dari rekomendasi Disdik. Sekolah-sekolah yang diselenggarakan KI ini diantaranya, SDN Gunung Sari Dalam, SDN Api-Api, SDN Adhi Darma dan SDN Pesisir untuk wilayah Kota Cirebon. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon diantaranya, SDN 1 Karangwuni, SDN 2 Dukuh Kapetakan, SDN 1 Cipanas, SDN 1 Tawangsari dan SDN 1 Ciuyah. Jarak yang cukup berjauhan ini dan sedikit pelosok ini pun memberikan pengalaman menarik bagi sekolah yang didatangi maupun relawannya. Kelas inspirasi diawali sebelumnya dengan briefing pada 16 Agustus 2015 di Keraton Kanoman, dan Hari Inspirasinya dimulai dari pagi hari di sekolah masing-masing hingga siang pukul 12. Saya sungguh beruntung bisa ikut kegiatan ini dari awal hingga akhir. Bagaimana memang mulanya?


Hal ini berawal dari ajakan teman saya, Muhammad Zakaria. Seorang Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar, di Halmahera Selatan (jek kalau kamu baca, tolong koreksi bila salah..haha). Kira-kira ini sekitar bulan Mei kalau tak salah, ya awal Mei atau akhir April mungkin. Saya diajak untuk membantu dan menjadi relawan panitia untuk KI Cirebon, dia lah inisiator awal. Ohya di KI, ada tiga jenis relawan, Relawan Panitia, Relawan Pengajar dan Relawan Dokumentasi. Tidak ada hierarki relawan, semua bergerak untuk hal yang sama. Karena saya terbatas dengan jarak yang tak bisa standby di Cirebon, jadi saya membantu di sisi materi dan hal-hal yang bisa dikerjakan jarak jauh. Sebelumnya ada kumpul perdana semua relawan panitia, kira-kira belasan orang kalau tak salah, untuk merumuskan alur koordinasi. Akhirnya dipilih seorang Ketua Koordinator, Nuraeni dan beberapa pos panitia awal yang harus standby di Cirebon, terutama perizinan. IMG-20150524-WA0003Koordinasi kita hanya melalui WA, telepon dan email. Luar biasa lah mereka, apresiasi untuk Mba Aeni, dengan pengorbanannya KI ini bisa berjalan :). Sejujurnya saya tidak begitu mengetahui mengenai Kelas Inspirasi, apalagi ini pertama di Cirebon. Meskipun saya di Bandung, saya tak pernah ikut Kelas Inspirasi Bandung. Jadi para alumni Pengajar Muda dari Cirebon yang banyak bergerak lebih awal, ternyata banyak juga Pengajar Muda asal Cirebon. Ada Jek, Mas Sansan, Mas Umur, Mba Ina, Kanaz, Kadek, Nisa, wow ternyata anak-anak Cirebon memang luar biasa. Saya rasa masih banyak lagi diluar mereka itu. Saya percaya di berbagai kota pun serupa, banyak anak-anak muda hebat belum terkumpul dan terhubung. Kita masih di dunia masing-masing, belum ada kesempatan untuk dipertemukan.

Relawan awal di KI Cirebon ini hanya hitungan jari, dan semua berasal dari lingkaran dekat teman-teman inisiator awal. Namun lambat laun, simpul-simpul relawan membesar. Kami mengenal komunitas-komunitas Cirebon yang luar biasa, salah satunya berkat Mak Atiek, beliau ini luar biasa sekali. Seorang aktivis lingkungan, seorang Ibu dan mengenal banyak tokoh-tokoh di Cirebon :). IMG-20150514-WA0017Beberapa kali hanya kumpul relawan, tapi persiapan berjalan lancar. Saya sangat salut dengan teman-teman di Cirebon, sedangkan saya masih harus di Bandung hingga Juli (LOL). Juni hingga Juli tidak terasa, cepat terlewati. Persiapan perizinan, survey, sudah hampir selesai. Relawan Pengajar sudah terpilih 90 orang dan dokumentasi sebanyak 20 orang, dari total pendaftar hingga 200an lebih (lupa, malas buka dokumen). Namun persiapan acara belum terlalu terkejar, mungkin karena saya, Jaka dan Mas Sansan tidak bisa berkoordinasi langsung. Jaka mempersiapkan acara briefing, Mas Sansan mempersiapkan materi dan koordinasi fasilitator dan saya mempersiapkan untuk materi refleksi. Jadi urusan fasilitator dan materi bisa diselesaikan lebih dahulu di akhir Juli, sedangkan refleksi menyusul di Agustus :). Namun ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil, apa saja itu?


Bagi teman-teman yang ingin membuat kegiatan Kelas Inspirasi di kota masing-masing untuk pertama kali, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Persiapan acara KI ini tergolong tidak terlalu sulit sebenarnya, karena sudah ada contoh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.

  • Pertama, bulatkan niat dan tekad 🙂
  • Kedua, bila Anda bukan Pengajar Muda, carilah Pengajar Muda. Jejaring Kelas Inspirasi ini pasti mudah dengan Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar.
  • Ketiga, segera siapkan dahulu struktur panitia yang dibutuhkan, biasanya mencakup divisi: Perizinan dan Logistik, Media dan Publikasi, Materi dan Acara, Oprec dan Koordinasi.
  • Keempat, carilah relawan panitia yang berdomisili di kota asal dan mahasiswa/i. Karena, relawan dari kalangan profesional biasanya terbentur waktu kerja untuk persiapan, sedangkan mahasiswa/i lebih fleksibel waktunya. Terutama untuk divisi perizinan dan logistik.
  • Kelima, koordinasi dengan komunitas-komunitas di kota Anda. Sekaligus sebagai wadah untuk menghubungkan berbagai komunitas, juga untuk memudahkan akses acara ke berbagai pihak. Selain itu, cobalah berkoordinasi dengan pihak aktivis budaya atau aktivis pendidikan di kota Anda. Karena acara ini juga untuk mengenalkan kota Anda kepada relawan dari luar daerah.
  • Terakhir, berdoalah demi kelancaran persiapan hingga acara :). Boleh dibilang, kami nekad di acara KI Cirebon pertama ini. Banyaknya relawan yang tidak di Cirebon, serta koordinasi yang hanya beberapa kali, hingga mepet acara. Nampaknya mantra “Edankeun!” masih jadi senjata utama, diluar kemampuan yang ada.

Baik, untuk tiap divisi ada cerita masing-masing. Divisi Perizinan dan Logistik, terkait survey SD dan meminta izin ke dinas terkait, seperti: Dinas Pendidikan, UPTD, pihak SD, tempat briefing/refleksi. Kami pertama meminta rekomendasi SD dari Disdik kota dan kabupaten, lalu melakukan survey langsung. Bila SD dinilai memadai kami akan meminta izin dari pihak sekolah. Namun kemarin dari rekomendasi Disdik Kota Cirebon, kami ganti dengan 2 SD yang kami pilih sendiri. Kami melakukan kesalahan, tidak mengalokasikan personel divisi logistik khusus, sehingga kerepotan saat hari-H. Divisi Logistik, serasa belum ada urusannya saat persiapan, tapi sangat penting di hari-H. Divisi Media dan Publikasi, usahakan dibagi yang mengurus broadcasting info per jenis media. Kita bagi yang mengurus ke radio dan koran, media sosial, kampanye fisik. Jadi ada yang mencoba mencari kontak ke radio dan koran di daerah, ada yang menyiapkan kampanye misal di CFD atau tempat publik, serta mengurus kampanye media sosial di Facebook/Twitter/Instagram. Kami kurang memperhatikan kampanye media sosial menjelang hari-H dan saat hari-H, harusnya ada relawan yang fokus mengisi. Namun relawan panitia kami tumpang tindih dengan mengisi pos lain.

Beberapa Relawan Agustusan
Beberapa Relawan Agustusan

Divisi Materi dan Acara, ini lebih baik diisi dari alumni Indonesia Mengajar. Karena kepahaman mereka tentang materi dan persiapannya. Materi dan Acara ini meliputi penjelasan briefing, materi pengajaran inspirator, isi refleksi. Pelaksanaan KI Cirebon, jarak waktu briefing, acara dan refleksi yang sangat mepet, tidak bisa bermain alokasi waktu. Kegiatan Briefing hanya 2 hari sebelum acara hari-H dan kegiatan Refleksi ditaruh setelah acara di sekolah langsung, sehingga hanya memiliki waktu 4 jam (13-17), namun bersihnya hanya 2,5 jam. Ada beberapa contoh, ada yang briefing dan acara hari-H berbeda 7 hari, serta refleksinya ditaruh di hari lain. Sehingga tidak terlalu buru-buru di alokasi waktu. Divisi Oprec dan Koordinasi, ini terkait pendaftaran relawan lainnya, terutama inspirator, fasilitator dan dokumentator. Semakin banyak inspirator dan dokumentator, alur komunikasi dan koordinasi harus jelas dan bisa dicari arsip infonya. Sehingga tidak ada kesalahan informasi dan mudah mencari lagi, idealnya tiap grup sekolah memiliki 2 fasilitator, untuk saling mem-backup. Pendaftaran inspirator dan dokumentator, lebih baik dibantu orang yang paham sistem informasi. Sehingga lebih mudah mengolah data pendaftaran hingga broadcasting info ke mereka.


Akhirnya kami berhasil menyelenggarakan Kelas Inspirasi Cirebon yang pertama ini, dengan cukup baik. Berdasar hasil kuesioner di akhir acara, para relawan inspirator dan dokumentator memberikan penilaian kesigapan dan kesiapan panitia, lebih dari baik di angka 3,6 dari skala 1-5. Namun masih perlu evaluasi dan perbaikan bila akan menyelenggarakan KI Cirebon 2, entah siapa nanti panitianya. Saya sangat ingin berterimakasih pada teman-teman panitia KI Cirebon pertama ini, sangat beruntung mengenal dan merasakan pengalaman dengan kalian semua: Jaka, Aeni, Kak Anaz, Aqil, ArifSu, Mak Atiek, Mba Ina, Jatnika, Mas Umur, PeEm, Mas Sansan, Nita, Vanti, Atin, Mas Ranar, Tommy, Eva, Yuli, Fitri, Mas Hadi, Mbak Atiek.

Panitia yang lelah sudah nampaknya
Panitia yang lelah sudah nampaknya

Wow, ternyata relawan panitia ada sekitar 20an :). Mengenai hasil kegiatan, akan ada di tulisan berikutnya disini.

“Langkah menjadi panutan, Ujar menjadi pengetahuan, Pengalaman menjadi Inspirasi”

Advertisements
Kelas Inspirasi Cirebon 2015 : Awal Mula