Kelas Inspirasi Cirebon 2015 : Perdana

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya awal mula Kelas Inspirasi (KI) Cirebon, tulisan ini akan bercerita mengenai kegiatan di hari briefing hingga pelaksanaan.


Hari Briefing

IMG-20150816-WA0012

Pelaksanaan hari briefing (16 Agustus 2015) dilakukan siang hari di Aula Paseban Keraton Kanoman Cirebon. Pada kegiatan briefing ini, panitia memberikan pengarahan umum mengenai Kelas Inspirasi dan workshop singkat tentang proses belajar mengajar yang berisi tips dan trik untuk mengajar siswa SD. Tentu saja mengajar anak SD tidak semudah yang dibayangkan. Rata-rata inspirator masuk sekitar 40 menit di satu sesi ajar, itu tidak hanya menyiapkan materi mengenai cara bercerita profesi. Namun butuh pula cara menjaga kondusivitas kelas. Anak-anak SD terutama kelas 1-3, mudah sekali kehilangan fokus saat ada orang bicara biasanya.

Kegiatan diawali sambutan oleh Koordinator Panitia dan tuan rumah, yaitu Patih Kanoman Cirebon. Selanjutnya penjelasan mengenai prinsip dasar tentang Kelas Inspirasi:

  • Sukarela
  • Bebas kepentingan
  • Tanpa biaya
  • Siap belajar
  • Terjun langsung
  • Siap bersilaturahmi
  • Tulus

Inti dari hari briefing ini adalah pembekalan untuk pengajar dan dokumenter, serta mempertemukan seluruh anggota tim per sekolah. Berbeda dengan beberapa KI di kota lainnya, jarak antara briefing dengan hari inspirasi hanya selisih dua hari. Sedangkan di tempat lain mungkin seminggu. Akhir briefing pada sore hari pun tidak menyelesaikan hari itu sendiri. Tiap kelompok lanjut dengan agenda persiapan masing-masing dan panitia pun melanjutkan koordinasinya.

Hari Kemerdekaan

Bertepatan dengan momen hari kemerdekaan (17 Agustus 2015), relawan panitia menginisiasi ide untuk melakukan upacara 17an sendiri. Sudah lama lupa upacara, kegiatan ini sebagai upaya menolak lupa. Bertempat di kawasan Gua Sunyaragi Kota Cirebon, bermodal badan dan bendera, upacara ini sederhana. Sederhana namun menarik, menjadi anomali ditengah kewajaran. Upacara ini mengundang relawan KI, namun hanya beberapa yang bisa hadir. Mungkin karena beberapa baru datang dari luar kota dan kelelahan. Setelah upacara pun, kita sekaligus mempromosikan situs wisata Gua Sunyaragi bagi relawan.

IMG-20150817-WA0030

Hari Inspirasi

Akhirnya tiba pada hari utama inspirasi (18 Agustus 2015), 10 kelompok tersebar di Kota dan Kabupaten Cirebon. SD di Kota Cirebon berjumlah 4 sekolah, dengan jarak terjauh ‘hanya’ 7 KM dari tempat acara penutupan. Sedangkan dari Kabupaten Cirebon, semua rata-rata lebih dari 25 KM ke tempat penutupan. Jarak terdekat ke SD pilihan Kabupaten Cirebon, ‘hanya’ 7 KM dan itu dekat batas kota. Jarak terjauh ada di SDN 1 Tawangsari, sekitar 44 KM. Wow, perjalanan saja sudah habis 1,5 jam dengan mobil. Beberapa kelompok yang berada di SD jauh tersebut ada yang memilih menginap di rumah sekitar sekolah. Beberapa memilih berangkat lebih pagi dari Kota Cirebon.

Hampir semua memulai kegiatan di sekolah dengan acara pembukaan dengan berkenalan beserta guru-guru dan mengenalkan diri dengan siswa di lapangan. Lalu relawan langsung terbagi ke kelas sesuai jumlah rombongan belajar (rombel), ataupun bila jumlah rombel lebih banyak dari relawan, maka beberapa rombel digabungkan. Rata-rata tiap sesi mengajar di kelas selama 40 menit, dengan seorang relawan pengajar bisa melakukan 3-4 sesi di hari inspirasi.

IMG-20150819-WA0031

Nampak sangat seru sekali relawan menjelaskan profesinya dan menarik perhatian anak-anak sekolah tersebut. Ada seorang koki yang memasak di tempat, ada seniman yang mengajak mewarnai di sekolah, ada masinis dengan atribut lengkap yang sangat disukai siswa, ada dokter, apoteker dan lain sebagainya. Bahkan ditempat yang saya temani, ada seorang awak kapal pesiar yang menceritakan pengalamannya berkelilling dunia dengan kapal besar di hadapan anak-anak pesisir pantai Cirebon. Melihat antusias anak-anak, sungguh menarik. Bahkan saking bersemangatnya, anak-anak sampai berantem karena berebutan. Bila sudah seperti itu, maka hanya pada Tuhan dan guru kelas kami berserah diri..haha.IMG-20150818-WA0010

Kegiatan di sekolah diagendakan hingga pukul 12 siang, karena perjalanan beberapa sekolah yang cukup jauh. Sebelum kegiatan berakhir di pukul 12, tiap sekolah mengalokasikan waktu untuk acara penutupan masing-masing. Hampir semua melakukan seremoni penutupan, dengan berbagai bentuk. Ada yang melakukan pelepasan balon, penanaman kapsul waktu, kenang-kenangan kerajinan tangan, foto bersama. Hanya satu yang semua pasti lakukan, menempelkan pohon cita-cita untuk siswa sekolah dasar 🙂

IMG-20150818-WA0012
Salah satu bentuk pohon cita-cita

Sesi Refleksi

Dalam agenda, sesi refleksi dimulai pukul 14.10 sambil menunggu para relawan kembali dari sekolah masing-masing. Asumsi jarak terjauh 44 KM ditempuh dalam waktu 2 jam paling lama di siang hari. Namun nyatanya hampir semua kelompok terlambat mencapai tempat penutupan di Keraton Kanoman kembali. Pukul 14.30 hanya 5 kelompok yang sudah sampai, akhirnya kegiatan refleksi baru akan dimulai menjelang pukul 3 sore. Pada kegiatan refleksi ini, dibuka dengan sesi kesan pesan masing-masing kelompok mengenai kegiatan di sekolahnya. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan hasil kuesioner. Jadi semua relawan diberikan kuesioner berbentuk pilihan kualitatif skala 1-5, dari terburuk hingga terbaik, sebelum dan sesudah acara inspirasi. Isi pertanyaan kuesioner tidak jauh berbeda poinnya, sehingga bisa dibandingkan per poin pertanyaan. Tujuan kuesioner ini untuk mendapatkan selisih pandangan ekspektasi dan realita relawan mengenai asumsi-asumsi masalah pendidikan. Ada beberapa hal menarik hasil analisa singkat kuesioner:

  1. Tanggapan di realita memiliki nilai rata-rata lebih baik daripada asumsi ekspektasi
  2. Asumsi awal ekspektasi kondisi terburuk pendidikan sekolah dasar itu terkait pengetahuan siswa tentang dunia luar. Namun tanggapan realitanya, kondisi terburuk pada kondisi perpustakaan dan sanitasi.
  3. Tanggapan realita terkait kondisi sarana sekolah, lebih rendah dari asumsi ekspektasi
  4. Partisipasi siswa dari tanggapan realita, jauh lebih baik dari asumsi ekspektasi
  5. Mayoritas relawan memilih permasalahan utama pendidikan itu ada pada pola ajar dan kesenjangan informasi.

Sesi selanjutnya adalah diskusi relawan. Nah pada kesempatan ini saya mencoba mengaplikasikan Design Thinking yang sudah sering saya pakai waktu dulu di Labtek Indie. Design Thinking merupakan alat bantu berpikir, fokus pada solusi bukan analisis masalahnya. Membuat solusi dengan manusia pada fokus utamanya, berpikir mulai dari apa yang dirasakan dan dilihat pada manusia, cara dia menggunakan dan kondisinya. Sebenarnya ini bukan cara yang ideal, karena waktu yang terbatas (< 2jam), tidak ada iterasi. Tetapi dibandingkan diskusi grup biasa, tanpa metodologi, bisa lebih menghabiskan banyak waktu. Kesalahan saya berikutnya adalah, tidak menjabarkan apa itu Design Thinking pada fasilitator sehingga cara kerja metodologi ini tidak maksimal. Tujuan saya ingin menghasilkan banyak ide radikal dari relawan, dan mengelompokkannya hingga muncul ide yang mungkin bisa dieksekusi.

Fase awal adalah mendefinisikan masalah, dimulai dari kesan pesan serta hasil kuesioner secara kelompok besar. Harapannya semua peserta merasakan semua pengalaman di Kelas Inspirasi ini. Secara tidak langsung bisa menangkap apa permasalahan yang dirasakan. Selanjutnya sesi dipecah ke kelompok kecil, untuk mendefinisikan masalahnya sekaligus ideasi solusi tiap masalah yang ada. Sesi ini hanya berlangsung 45 menit kira-kira (sangat kurang bagi saya). Lalu tiap kelompok diminta menjelaskan masalah yang dia lihat dan hasil ideasi kelompoknya. Kesalahan lagi bagi saya, tidak menjelaskan cara ideasinya. Padahal inti Design Thinking di ideasinya -_-. Jadi saja, ideasinya hanya beberapa buah di tiap kelompok, tidak beragam dan kurang radikal. Berikut hasilnya:

Masalah

  • Kesenjangan informasi dan kurangnya wawasan umum siswa
  • Siswa kurang memiliki kecakapan tentang pengetahuan daerah
  • Kegiatan kelas Inspirasi seringkali bersifat “Give and Go” tidak ada tindak lanjutnya.
  • Profesi yang diajarkan hanya pekerjaan urban

Solusi

  • Parenting class untuk orangtua bahwa peran orang tua untuk memberikan informasi selain dari sekolah
  • Metode dongeng atau gerakan dongeng keliling
  • Pelajaran Muatan Lokal lebih lokal lagi, tergantung daerah. Misal pesisir, dengan wawasan pesisir dan budaya.
  • Muatan Lokal menghadirkan tokoh lokal di kelas
  • Merger sekolah
  • Mengelola ekspektasi, tak perlu muluk-muluk. Kelas Inspirasi bukan kegiatan monumental hanya sebagai aktivasi sosial.

Menjadi relawan KI adalah hal baik, tapi hendaknya tidak berhenti disini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbuka pandangan lain tentang pendidikan di daerah. Seperti yang ditulis pada panduan relawan KI, manfaat menjadi relawan adalah:

  • Memberikan pengalaman mengajar dan belajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi
  • Membangun sensitivitas para relawan terhadap realita kualitas pendidikan
  • Mengajak kaum profesional untuk bersama-sama menunaikan janjikemerdekaan: ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’
  • Mengaktivasi semangat volunteerism untuk mengatasi masalah di sekitar kita tanpa harus menunggu orang lain terlebih dahulu dan tanpa menyalahkan pihak manapun
  • Membangun jejaring antar relawan untuk menciptakan kontribusi kedepan
  • Membangun interaksi lebih lanjut dengan pihak sekolah

IMG-20150818-WA0043Jadi timbul pertanyaan, mau melakukan apalagi ke depannya? Menjadi relawan apapun itu, manfaatnya memang harus untuk tujuan sosialnya. Tetapi selama ini yang saya rasakan, beberapa kali menjadi relawan. Hal yang berubah ada pada diri relawan itu sendiri. Banyak pandangan, pengalaman serta ilmu baru yang meluaskan wawasan atau jejaring. Bahwa bukan hanya itu-itu saja, ternyata hidup bukan begini-begini saja. Bahwa justru kita yang sudah ngapain saja?

Selamat bertanya 🙂


Beberapa artikel berita terkait:

Advertisements
Kelas Inspirasi Cirebon 2015 : Perdana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s