Geliat Fashion dari ‘Brightspot’ ke ‘IFW’

Geliat industri fesyen dan tren fesyen Indonesia menjadi komoditi bisnis dan wadah kreatif yang sungguh luar biasa pada masa ini. Dunia fesyen merupakan industri kreatif yang terus berkembang, secara global maupun lokal. Fesyen menjadi penggerak ekonomi Indonesia, tertinggi pada transaksi online pula.

Marketeers Report
Marketeers Report

Hal ini dilihat sebagai peluang untuk terus dikembangkan, maka pada kesempatan 15-17 Februari lalu sejumlah acara pameran fesyen digelar di Jakarta. Pertama, acara ‘Brightspot Market‘ di GI West Mall Jakarta, berisi brand-brand lokal kreatif dengan kualitas internasional dan berselera anak muda. Kedua, ‘Indonesia Fashion Week‘ di JCC Plenary Hall, Senayan, berisi ratusan desainer lokal dan dunia, puluhan brand fesyen Indonesia dan acara fashion show desainer pengisi acara.

Brightspot Market
Brightspot Market

Brightspot Market, dengan tagline “curated market of all things cool” merupakan acara yang sudah berjalan sekitar 9 tahun. Tujuannya untuk menunjukkan kualitas brand lokal Indonesia, yang ternyata bisa bersaing di level Internasional. Terdapat lebih dari 120 brand, terdiri dari pakaian, aksesoris, sepatu, denim, kacamata dan barang ‘penunjang’ tampilan lainnya. Barang-barang yang ada memang bagus, dari segi kualitas. Misal sepatu kulit, teknik pembuatannya masih handmade, keahlian ini masih dimiliki¬† di Indonesia, dimana di negara luar mungkin sudah digantikan pabrik.

Area pameran yang cukup luas untuk dijelajahi, dengan pembagian booth pada 4 zona, ada zona khusus denim, pakaian, aksesoris, dan adapula zona cafetaria bila Anda lelah berkeliling. Stand tiap brand, dihias dan diisi dengan tata letak cukup kreatif. Dasarnya tiap stand adalah memiliki sekat dengan berbahan dasar seperti papan tulis, sehingga banyak stand yang menggunakan kapur sebagai penghiasnya. Adapula yang menghias dengan crate peti kemas, tumpukan crate botol minuman, nuansa rumah miring dan lain sebagainya yang lupa saya ambil ‘gerak diam’nya dalam foto. Kreativitas desain stand dan konsep tata letak itu menarik diamati, selain itu barang dan konsep bisnis yang ditawarkan juga kreatif. Ada stand yang berbisnis sendal karet, dengan konsumen dapat memilih custom warna slop, strap dan ukuran, hingga berharga diatas 150k Rupiah. WOW !. Menurut saya itu kreatif :v . Berikut kumpulan ‘gerak diam’ yang sempat saya ambil, karena lupa :v

DSC00483 DSC00485 DSC00489

Pengunjung yang datang juga tidak semua anak muda sekitar 16-24 tahun, banyak pula dewasa berusia 30-40 tahun, terutama ibu-ibu gaul, serta bapak-bapak ‘ABG’, bahkan ada juga yang hadir sudah lebih dari 60 tahun, mungkin menemani anaknya. Tetapi yang jelas, semua pengunjungnya modis dan maniak tren nampaknya. Namun bagi saya barang-barang yang ada kurang menunjukkan brand lokal Indonesia. Memang pembuatnya orang Indonesia, namun tren yang dibawa adalah tren ‘asing’ dari luar Indonesia. Kita selalu dijajah oleh fesyen dan tren modernisme kontemporer asing, seharusnya kita berani menunjukkan tren Indonesia dengan keanekaragaman corak budaya dan desain lokal. Anak muda Indonesia juga perlu bangga budaya lokal kita, bukan hanya teknik pembuatan lokal namun cita rasa global. Acara ini bagus, tapi tidak terlalu ‘Indonesia’, apa karena segmen pasarnya ? Entahlah, cukup dinikmati kreativitasnya bila Anda pernah ke acara ini.

Acara selanjutnya yang saya datangi pada kunjungan 15-17 Februari tersebut adalah ‘Indonesia Fashion Week‘, dan saya benar-benar terkesan dengan acara ini. Tempat di JCC Senayan yang luas, terdiri dari ratusan desainer dan brand fesyen, serta acara fashion show yang menarik. Saya berkesempatan ikut menonton ‘Fashion Show’ dengan tempat duduk undangan yang didapat dari teman, meskipun hanya di akhir-akhir -_-.

IFW 2013
IFW 2013

Video Fashion Show

Acara IFW ini, kalau tidak salah mengusung tema budaya Indonesia, bahkan lebih terfokus pada tren hijab dan busana muslim Indonesia. Karena Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, merupakan lahan industri dan kreativitas yang tinggi pada tren berbusana muslim. Bahkan ada satu hari khusus, fashion show berupa busana muslim. Reportasenya bisa dilihat dimari sodara-sodara. Saya sangat terkesan pada IFW ini, selain konsep acara yang ‘besar’ juga isinya sangat beragam. Tren kontemporer dipadukan dengan budaya lokal. Anda akan menemukan bahan batik yang disematkan pada berbagai aksesoris yang tak terpikirkan sebelumnya, kombinasi batik dengan potongan model pakaian modern, kain songket dengan model modern, wah intinya desainer-desainer kita ini kreatif dan luar biasa. Saya sempat melihat fashion show, dari Daniel Mananta, yang pada akhir show membawa konsep ‘sarung’, menarik. Adapula dari Rya Baraba, desainer asal Bandung, yang membawa tema ‘sweety punk’ pada model ‘hijab’nya. Radikal dan berani, bayangkan konsep kerudung busana muslim dengan ‘paku-paku’ ala anak punk. Cobalah cari disini kalau mau lihat.

Kreativitas para desainer dan baju disini sangat beragam, tidak hanya dari desain. Oke, saya coba tulis kreativitas apa yang saya tangkap.

  • Permainan kombinasi warna yang berani, cerah dan kontras.
  • Teknik jahit yang tidak ‘umum’.
  • Motif yang menggabungkan berbagai jenis, ‘barat’ dan Indonesia
  • Value sebuah bahan dan jenis kain yang dikombinasikan dengan cerdas
  • Baju itu tidak mesti kain
  • Menabrakkan mode-mode yang berbeda, bahkan kontras. Semisal hijab-punk.

Intinya adalah terpikirkan begitu model, bahan, jenis dan kombinasi yang tak terpikirkan akan dilihat pada sebuah baju. IFW ini juga mengangkat budaya lokal menurut saya, batik dan jenis kain Nusantara diangkat ke level ‘premium’ dan elegan.

DSC00524 DSC00530 DSC00532 DSC00536 DSC00539Dari 2 acara yang saya hadiri ini, saya lebih terkesan pada Indonesia Fashion Week. Kreativitas desainer dan budaya lokal Indonesia dapat saya temukan disini, sedangkan di Brightspot market saya hanya melihat kualitas brand Indonesia dengan tren asing. Memang saya tak mengerti tren fesyen dan lain sebagainya mengenai gaya berpakaian. Tetapi kiranya bijak bila kita tidak mudah tergiring tren budaya asing, bila kita memiliki budaya Nusantara yang bisa membanggakan. Salam kemerdekaan !

Geliat Fashion Indonesia
Geliat Fashion Indonesia
Advertisements
Geliat Fashion dari ‘Brightspot’ ke ‘IFW’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s